src='http://misbahudin-dcaesga.googlecode.com/files/efek-salju.js'/>

Agroindustry for Perfect

Teknologi Hasil Pertanian_UNIVERSITAS LAMPUNG.

Agricultural Technology for Future

Teknologi Hasil Pertanian_UNIVERSITAS LAMPUNG.

Agricultural Technology for Future

Teknologi Hasil Pertania_UNILA.

Agricultural Technology for Future

Teknologi Hasil Pertanian_UNILA.

Agricultural Technology for Future

Teknologi Hasil Pertanian_UNILA.

teknologi hari pertanian

Saturday, 15 July 2017

Ketahanan Pangan Indonesia


PERAN TEKNOLOGI PERTANIAN untuk MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN INDONESIA

Juniarto Dkk.,



Ketahanan pangan melalui petani yang berdaulat, menjadi salah satu cita-cita bangsa Indonesia. Baru-baru ini, beberapa acara digelar untuk mendorong terciptanya ketahanan pangan. GP Ansor menggelar Halaqoh Pertanian pada 14 Maret 2017. Lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan AKSI (Akselerasi, Sinergi, Inklusi) Pangan yang dilaksanakan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada 24 Maret 2017. Pada tanggal yang sama, Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI) juga menggelar acara diskusi yang diikuti oleh para guru besar di Universitas Hasanudin, Sulawesi Selatan.

Bahkan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan tantangan kepada mahasiswa IPB untuk menjawab persoalan masa depan pangan di Indonesia. Sebab, 70 persen konflik yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh perebutan sumber energi dan pangan. Semua itu merupakan pesan kepada kita, anak-anak bangsa, agar melakukan sesuatu yang mampu mendorong terciptanya ketahanan pangan.

Tentu saja, sebelum melangkah pada persoalan ketahanan pangan, hal yang paling mendasar untuk diperhatikan adalah ilmu pangan dan perannya dalam pembangunan di Indonesia. Peranan ilmu pangan terhadap pembangunan di Indonesia memiliki beberapa aspek, yakni aspek ketersediaan pangan (food availibity), aspek stabilitas ketersediaan atau pasokan (stability of supplies), aspek keterjangkauan (access to supplies), dan aspek konsumsi (food utilization). Melalui aspek-aspek tersebut, maka ilmu pangan memiliki peran yang siginifikan, sehingga masyarakat mampu menjangkau kebutuhan pangannya. Jika didefinisikan, ilmu pangan adalah ilmu yang menerapkan dasar-dasar biologi, fisika, kimia, dan keteknikan, guna mempelajari sifat bahan pangan, penyebab kerusakan bahan pangan, prinsip-prinsip yang mendasar suatu pengolahan, dan pengawetan pangan.

Sudah lebih dari ratusan tahun yang lalu, ilmu pangan dan teknologi telah mengubah struktur masyarakat. Masyarakat memiliki tuntutan yang tinggi terhadap produk pangan. Antara lain, menginginkan suatu produk yang berkualitas, bernutrisi, bergizi, dan bermanfaat untuk dikonsumsi kapan saja. Karena itu, masyarakat konsumen berhak menuntut terpenuhinya hak-hak sebagai konsumen. Dalam hal ini, konsumen juga dituntut untuk bisa mengerti dan menyadari bahwa dirinya mempunyai kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya. Perlu disadari, bahwa ekonomi konsumsi makanan cenderung lebih fokus pada peran harga, pendapatan, pemilihan makanan, dan perubahan variabel yang mempengaruhi kesejahteraan konsumen. Mengenai hal ini, banyak penelitian yang dilakukan secara kolektif, luas, dan multidisiplin terhadap perilaku konsumen.  

Pendidikan
Pada sudut pandang pendidikan, sektor pendidikan tinggi telah menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan suatu negara. Ada tiga hal krusial yang mempengaruhi pola pikir suatu individu atau masyarakat, yaitu; agama (beliefs), sikap atau norma (attitudes), dan pendidikan (knowledge). Pendidikan merupakan fondasi meningkatnya kualitas sumber daya manusia untuk menunjang ketahanan pangan, agar memiliki elektabilitas yang tinggi dalam menciptakan generasi intelektual yang cerdas, kreatif, produktif, mandiri, serta memiliki jaringan yang luas dan valid dalam membangun kecerdasan anak bangsa yang berkualitas. Serta dapat menciptakan berbagai teknologi melalui penerapan hasil-hasil penelitian yang berguna bagi masyarakat, termasuk di dalamnya teknologi pertanian. 

Seperti kita ketahui, teknologi pertanian merupakan penerapan dari ilmu-ilmu terapan, teknik kegiatan pertanian, dan ilmu pangan. Pada sudut pandang industri, suatu usaha industri pangan akan berjalan, ketika ada permintaan konsumen terhadap suatu produk pangan, mulai dari industri kecil sampai industri besar. Termasuk keamanan pangan (food safety), kesehatan dan kebersihan pangan (wholesomeness), dan kecurangan ekonomi (economic fraud). Sedangkan pengawasan mutu, didasari oleh ilmu pangan, dari mulai pertanian hingga konsumen. Juga menglibatkan banyak pemangku kepentingan (stakeholder) pada seluruh aspek produksi bahan baku, bagian manufaktur, pendistribusian, dan pemasaran. Kegiatan penanganan distribusi harus memenuhi berbagai aspek kondusif sampai produk bisa terjadi, termasuk formasi produk, penimbangan, jumlah besar, transportasi, kebutuhan penyimpanan, dan stabilitas produk.


Sukses
Industri makanan memerlukan perencanaan dan sinkronisasi di seluruh divisi agar menjadi sukses. Ketika seluruh sistem makanan dianalisis, divisi tambahan sering disertakan. Para ilmuwan, industri makanan, dan pembuat kebijakan berusaha meningkatkan pasokan makanan untuk populasi yang sehat. Ini merupakan bagian dari upaya mencari solusi potensial untuk menjawab tantangan di masa depan.Sebab, sistem makanan modern akan sangat kompleks dan selalu mengalami perubahan terus-menerus, dalam ruang dan waktu. Dengan meningkatnya kemodernan suatu industri, maka semakin kompleks pula ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk penanganan mutu. Dan, seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat, maka semakin kompleks kebutuhan masyarakat terhadap varian jenis produk pangan. Di sisi lain, meningkatnya jumlah penduduk, menurunnya lahan produksi pangan, serta menurunnya kualitas lingkungan, harus diimbangi dengan tersedianya pangan. Melalui ilmu dan teknologi pangan, serta pengetahuan tentang berbagai disiplin ilmu, maka bahan baku dan bahan-bahan makanan lainya bisa diubah menjadi produk makanan yang tersedia sepanjang tahun.


Friday, 14 July 2017

PEMBUATAN MILK TEA INSTANT
 (Laporan Praktikum Teknologi Bahan Penyegar)




Oleh
Juniarto                        1514051024/4
Aziz Mahendra             1514051028/2





JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017







I. PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh ( Camellia sinensis ) melalui proses pengolahan tertentu. Manfaat minuman teh ternyata dapat menimbulkan rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan dan terbukti tidak menimbulkan dampak negatif. Teh yang bermutu tinggi sangat diminati oleh konsumen. Teh semacam ini hanya dapat dibuat dari bahan baku (pucuk teh) yang benar serta penggunaan mesin–mesin peralatan pengolahan yang memadai (lengkap) (Arifin, 1994).

Dewasa ini, minuman teh merupakan salah satu minuman pelengkap yang kini semakin beragam cara penyajiannya. Perkembangan inovasi minuman tradisional ini mengutamakan kecepatan saji yang diharapkan dapat meningkatkan nilai jual. Teh paling banyak dikonsumsi masyarakat setelah air putih yang biasa dinikmati baik dingin maupun panas. Karena aneka produk olahan dari bahan baku teh banyak dijumpai di pasaran dewasa ini. Produk mengalami perkembangan menjadi bentuk lanjut dari teh, seperti bentuk teh yang lebih praktis. Misalnya teh celup, teh instant(bubuk), atau dalam bentuk siap diminum (teh kotak, teh botol dan lemon tea) (Febiyanti, 2006).
           
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk cara pembuatan minuman milk tea instant.






III. METODOLOGI PERCOBAAN


3.1 Alat dan bahan
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sendok, gelas dan penutupnya panci, mortar dan kompor. Sedangkan bahan bahan yang digunakan adalah berbagai merk jenis teh, gula putih dan susu kental manis.

3.2 Metode
Prosedur yang dilakukan pada praktikum ini adalah dengan mneyeduh 3 sendok makan  teh bubuk atau 3 kantong teh celup dengan air 300 ml air panas mendidih dan dibiarkan selama 5 menit. Kemudian sebanyak 50 ml susu kental manis diencerkan hingga menjadi 200 ml dan ditambahkan 150 gram gula putih makan gula putih. Susu yang telah diencerkan dipanaskan dan dimasukkan gula dan dan teh yang telah diseduh hingga berubah menjadi kental. Dibiarkan sampai mendidih, pemanasan dihentikan ketika teh diteteskan kedalam air langsung mengkristal. Teh tersebut disaring dan disajikan dalam gelas. Setelah itu, wajan diangkat dan diaduk terus hingga terbentuk milk tea bubuk. Terakhir, dilakukan pengujian organoleptik terhadap milk tea instant menggunakan panelis dengan parameter yang diuji rasa (teh, susu dan manis), aroma dan warna.






IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Data  Pengamatan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh data yang disajikan pada tabel dibawah ini,
Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik Milk Tea Instant dari Berbagai Merk Teh
Jenis Teh
Panel
Parameter
Gambar




Rasa Teh
Rasa susu
Rasa manis
Warna
Tekstur
Aroma
Kel 1














1
4
4
4
3
4
3











2
4
3
2
3
4
4
3
3
4
4
4
5
3
4
4
4
4
4
5
4
5
4
5
4
4
4
3
6
3
4
4
4
4
3
7
4
5
4
4
4
3
8
4
5
4
4
4
4
9
3
3
4
3
3
3
10
3
4
3
3
3
3
11
4
5
5
4
5
4
12
4
3
3
5
4
4
13
3
5
3
2
5
3
14
3
4
3
3
5
3
15
2
2
3
3
4
3
16
2
3
3
3
4
3
Kel 2










1
4
5
4
3
4
3







2
2
2
3
3
4
3
3
5
5
4
4
4
4
4
4
3
4
3
5
3
5
3
4
5
3
4
4
6
3
4
4
3
4
3
7
4
5
4
5
5
3
8
3
4
5
3
4
3
9
2
3
2
3
4
3
10
3
3
3
3
4
2
11
4
4
4
4
5
4
12
3
3
4
4
5
5
13
3
4
3
2
5
4
14
3
4
4
2
5
4
15
3
3
4
3
5
3
16
3
3
4
3
5
3
Kel 3













1
5
4
4
3
4
3















2
5
5
4
4
3
5
3
5
5
5
4
4
4
4
4
3
4
3
4
3
5
5
4
5
3
4
4
6
5
4
4
3
4
4
7
5
4
4
3
3
3
8
5
4
5
4
4
4
9
3
4
3
3
1
3
10
4
3
4
3
4
4
11
4
4
4
3
3
3
12
5
5
5
5
5
5
13
5
5
5
4
3
4
14
5
5
5
4
3
4
15
4
4
4
5
5
3
16
4
4
4
5
5
3
Kel 4








1
1
1
1
1
1
1


2
1
1
1
1
1
1
3
1
1
1
1
1
1
4
1
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
1
1
6
1
1
1
1
1
1
7
1
1
1
1
1
1
8
1
1
1
1
1
1
9
2
2
2
1
2
1
10
1
1
1
1
1
1
11
1
1
1
1
1
1
12
1
1
1
1
1
1
13
1
1
1
1
1
1
14
1
1
1
1
1
1
15
1
1
1
1
1
1
16
1
1
1
1
1
1
Kel 5















1
4
3
4
3
3
4









2
3
2
3
3
3
2
3
2
2
3
2
1
2
4
2
2
2
2
2
3
5
4
3
4
3
2
3
6
4
3
4
3
3
3
7
4
4
4
3
3
3
8
4
3
4
3
2
4
9
4
2
3
3
1
3
10
3
3
4
3
2
3
11
3
3
2
2
3
3
12
4
4
4
3
1
2
13
5
3
5
5
2
3
14
3
3
4
5
3
3
15
4
3
4
3
2
3
16
4
3
4
3
2
3
Kel 6



1
3
3
4
3
4
3






2
2
4
3
3
3
5
3
3
4
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
4
5
3
5
4
3
3
4
6
4
4
4
3
4
4
7
3
4
4
4
3
4
8
3
5
4
4
3
4
9
3
3
3
3
4
3
10
3
4
4
3
3
4
11
4
5
5
4
5
5
12
4
4
4
3
5
5
13
3
5
4
3
5
3
14
4
4
3
3
5
3
15
3
3
3
3
3
3
16
3
3
3
3
3
3
Kel 7













1
3
3
4
3
4
3








2
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
3
2
2
4
2
2
2
2
2
4
5
4
3
3
3
4
3
6
4
4
3
3
4
3
7
3
4
4
3
5
4
8
4
3
4
3
4
3
9
2
4
3
2
4
3
10
3
3
3
4
3
4
11
2
2
3
2
3
3
12
4
4
4
4
5
5
13
5
3
4
5
5
3
14
3
3
4
5
5
3
15
2
3
4
5
5
4
16
2
3
4
4
4
4
Kel 8
1
2
3
3
5
4
4
2
4
3
4
4
4
4
3
4
5
4
4
5
4
4
4
4
5
3
5
2
5
4
3
4
4
4
4
6
4
4
4
4
4
3
7
5
5
4
5
5
4
8
4
3
3
3
4
3
9
3
2
4
3
5
4
10
4
4
4
4
4
4
11
4
3
5
5
5
5
12
4
4
4
4
5
5
13
4
4
4
3
5
4
14
4
4
4
4
5
4
15
3
4
4
5
5
4
16
3
4
4
5
4
5












DAFTAR PUSTAKA

Arifin, S. 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh dan Kina. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Gambung, Bandung.
Febriyanti, D. 2006. Sikap dan Minat Konsumen Swalayan Terhadap Produk Teh
di Surakarta. Skripsi S1 Fakultas Pertanian UNS. Surakarta





























LAMPIRAN














Rata-rata Rasa (teh,susu,manis), warna, tekstur dan aroma milk tea instant
Kelompok 
Rasa teh
Rasa susu
Rasa manis
Warna
Tekstur
Aroma
1
3,375
3,9375
3,5625
3,5
4,1875
3,3125
2
3,25
3,6875
3,8125
3,1875
4,5
3,375
3
4,5625
4,1875
4,3125
3,6875
3,6875
3,6875
4
1,0625
1,0625
1,0625
1
1,0625
1
5
3,5625
2,875
3,625
3,0625
2,1875
2,9375
6
3,25
4
3,6875
3,25
3,6875
3,75
7
3,0625
3,125
3,5
3,4375
3,9375
3,375
8
3,75
3,6875
4
4,0625
4,5625
3,9375